Mari Merdeka Untuk Indonesia



Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 17 Agustus 2011, negara kita, bangsa kita, genap berusia 66 tahun. Banyak dari kita, rakyat Indonesia meneriak-neriakkan kata-kata Dirgahayu RI, baik melalui SMS, situs jejaring sosial, artikel-artikel, acara-acara di televisi, bahkan gapura-gapura kecil di depan gang sebuah pemukiman atau perumahan sengaja dicat dengan cat seadanya oleh warga setempat, biasanya bertulis Dirgahayu RI Ke-66.

Selain itu, warga juga biasa mengadakan lomba-lomba seperti lomba balap karung, makan kerupuk, lari kelereng, panjat pinang, dan segala macam bentuk permainan yang membuat kita, sebagai warga Indonesia, ikut merasa berjuang seperti para pejuang kemerdekaan dulu, meskipun lomba balap karung bukanlah "perjuangan" seperti yang dilakukan oleh pejuang dan pahlawan terdahulu.

Namun sadarkah kita sebenarnya kejadian apa yang sedang kita peringati ini? Jawabannya pasti semua orang tahu, yaitu hari kemerdekaan RI, yang pada tahun ini merupakan peringatan yang ke-66 kalinya. Tapi saya rasa peringatan ini lebih tepat jika dikatakan sebagai ulang tahun. Teringat dulu di saat saya masih SMA, suatu malam saya hendak datang ke pesta ulang tahun seorang teman saya. Sebelum saya berangkat, orang tua saya berkata bahwa peringatan ulang tahun hendaknya dilakukan dengan TIDAK mengadakan pesta, bersenang-senang, menghambur-hamburkan uang hanya untuk tertawa terbahak-bahak bersama orang-orang di sekitar saja. Perlu diingat bahwa jika seseorang ulang tahun, tua atau mudakah dia, tetaplah orang itu semakin dekat saja dengan kematiannya. Oleh karena itu, karena setiap orang pada setiap detiknya semakin beringsut mendekati kematian, peringatan ulang tahun dilakukan dengan hal-hal yang bermanfaat. Senang saat ulang tahun bisa jadi memang sifat yang manusiawi, tapi senang tidaklah harus berlebihan dengan mengadakan pesta besar-besaran, bukan? Saya tidak akan mengatakan bagaimana seharusnya peringatan ulang tahun, karena Anda, dan kita semua pasti tahu bagaimana seharusnya kita melakukannya.

Anggap negara kita adalah manusia, yang sedang berulang tahun. Berarti ia sedang beranjak dewasa, semakin menuju ke arah kematangan, sampai akhirnya nanti menjadi tua dan lanjut usia. Untuk ukuran sebuah negara, 66 tahun merupakan usia yang relatif muda. Jadi seandainya kita melihat kondisi negara kita saat ini yang sedemikian rupa, jangan heran. Negara kita masih muda, masih hendak beranjak dewasa. Apalagi negara kita merdeka dari 350 tahun keterpurukan di bawah penjajahan yang kejam, pastilah negara kita saat awal kelahirannya membawa banyak cacat yang untuk penyembuhannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Meratapinya? Tidak! Saya, Anda, dan kita semua masih harus memperbaikinya. Saya memiliki sebuah kado untuk bangsa ini, tidak mahal memang, tapi mungkin masih cukup berarti bagi bangsa dan negara kita yang kita cintai. Memang bukan kado materi, jangankan untuk diberikan pada bangsa besar ini, untuk dimakan dan untuk biaya sekolah saja masih dibiayai orang tua. Saya rasa hanya kado ide dan pikiranlah yang bisa saya berikan untuk sementara ini.

Idenya sederhana, sebenarnya. Setiap dari kita harus merdeka. Memang, secara konstitusi kita sudah manusia merdeka, karena kita adalah rakyat yang tinggal di negara yang sudah merdeka. Tapi secara individual, saya yakin banyak orang Indonesia yang belum "merdeka" Ada baiknya jika kita mendeklarasikan kemerdekaan kita atas diri kita sendiri, dengan berjanji kepada diri sendiri untuk memaksimalkan kemerdekaan kita sendiri dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia kita.

Percayalah, jika hal ini kita terapkan bersama, serentak dan berkelanjutan, negara kita, Indonesia akan menghadapai saat terbaiknya nanti, saat-saat kejayaannya.[]


Readmore »»
Labels: | | edit post
Reactions: 
Latihan Soal-soal UN
Buat siswa-siswa SMA/MA se-derajat yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional, silakan download latihan soal-soal di bawah:

1. UN Matematika
2. UN Fisika
3. UN Kimia
4. UN Biologi

Selamat belajar, semoga sukses...


Readmore »»
Quran in OpenOffice (QiOO)
Nih ada software Quran untuk OpenOffice. Klik di sini, dan baca file readme-nya di dalam ZIP-nya. Selamat mencoba! :)
Readmore »»
Cerpen "Siswa"

Siswa
Pagi buta. Kubuka mataku yang berbelek dengan susah payah. Aku bangun dengan perlahan, menikmati regangan-regangan ototku yang sudah istirahat selama kurang lebih delapan jam. Tumben aku bangun sepagi ini? Karena kamarku masih terasa gelap, menggoda untuk kembali merebahkan tubuhku yang masih lemas. Kuurungkan niatku itu. Aku beranjak dari tempat tidur menuju ke dekat jendela, untuk membukanya dan menghirup udara pagi yang segar. Namun pagi ini ternyata tidak sebuta yang kubayangkan sebelumnya. Di luar sana, matahari sudah menembakkan sinar-sinar tajamnya, mengenai pohon, rerumputan, kucing,, mobil, barang dagangan, bahkan pengemis-pengemis yang sudah hendak mencari rejeki. Spontan aku terbang ke kamar mandi untuk berbenah, hendak berangkat ke sekolah – sebuah tempat yang dipercaya bisa mengubah nasib bangsa. Takhayul, bagi orang-orang sepertiku.
Kukendarai matic-ku dengan santai, karena aku tahu tak akan ada gunanya terburu-buru, toh nanti telat juga. Ini sudah lewat setengah jam dari jam bimsus! Meskipun aku melihat teman-temanku berseliweran menyusulku. Maklum lah, mungkin mereka baru kali ini telat. Biasanya mereka berkeringat di dahi, terutama saat baru sampai di depan pagar dan mendapatinya sudah tertutup. Sedang aku? Kira-kira sudah telat sebanyak tujuh kali, dan kali ini yang ke delapan. Dengan kata lain, poin telat-ku sudah 90, dan poin itu tidak pernah muncul di dalam rapor. Entah petugasnya kehilangan catatan pelanggaranku atau memang catatan itu hanya sebatas alat untuk menakut-nakuti siswanya. Hah! Poin? Aku bukanlah orang yang mau ditipu dengan hal konyol semacam itu.
Segera aku duduk di bangkuku, tanpa ditanya-tanya alasan aku telat. Mungkin guru matematikaku itu sudah terbiasa dengan kebiasaanku – telat.
“Sudah dari tadi mulai ya, Sis?”, tanyaku.
“Nggak kok, barusan, kira-kira baru sepuluh menit. Bu Ajeng telat, Mir.”, jawab temanku Siska.
“Wah, pasti di poin yah?”, gurauku.
“Mana ada guru di poin, Mir. Paling enak guru ya di sekolah ini. Udah dapet gaji, masuk gak masuk seenaknya, gak ada yang berani negur. Hah!”, tuturnya sambil tersenyum nakal.
Bimsus pagi ini, aku tak mendengarkan guruku. Aku lebih senang mendengarkan headset yang kusembunyikan di balik kerudungku, menikmati lagu-lagu hits Wali dan D'Bagindaz.

***

Mendadak pikiranku tak karu-karuan saat aku mendengar bahwa sekarang ulangan fisika. Aku bahkan tidak ingat bahwa sekarang ada jam pelajaran fisika. Ternyata kemarin sudah diumumkan bahwa sekarang akan ada ulangan, tapi aku tak begitu mendengarkan – sibuk membuka Facebook di Blackberry baruku. Yah, apa daya. Tahu atau tidak, pun aku tak akan belajar juga, karena pasti remidi. Ternyata benar juga, dari 36 siswa di kelasku hanya ada tiga orang yang tuntas, yaitu para master-master fisika yang terus belajar dan belajar. Kenapa aku tak ingin seperti mereka?
Membuang ingatanku akan remidi, aku berjalan di sepanjang koridor kelas XII untuk sekedar menjernihkan pikiran yang kian sumpek.
“Mira! Mir!”, seseorang memanggilku, dan ternyata itu Udin. “Aku boleh minta waktunya sebentar? Ada sesuatuyang ingin kusampaikan, penting. Tapi jangan di tempat yang ramai begini, ga enak keliatan temen-teman lain. Ya?”, katanya memelas.
“Em... Ada apa ya?”, tanyaku sambil menghela napas. “Oke lah.”, kataku sambil tertawa dalam hati melihat orang ini. Seorang siswa kelas XII IPS yang pendek, kurus, berkacamata dan bertampang kurang enak ini sudah puluhan kali mengajakku bicara, tapi tak pernah kuhiraukan. Kali ini, aku berusaha menyenangkan hatinya, karena lagipula aku sudah bosan setiap hari dipanggil-panggil oleh orang culun macam dia. Haha.
Dari kucuran keringatnya aku sudah tahu bahwa dia memiliki perasaan lebih padaku, meski ia tahu bahwa aku sudah punya pacar – Zay. Sepuluh menit paling berat dalam sejarah asmara Udin pun berlalu. Benarlah, ia menyatakan cinta padaku. Oh, kejamnya cinta. Orang rela bersakit-sakit, menangis dan ditertawai karenanya – seperti aku menertawai dirinya sekarang, meski dalam hati saja. Ia cuma menyatakan, tanpa menanyakan kesediaanku untuk menjadi kekasihnya, karena sekali lagi ia tahu bahwa selain aku tak akan bersedia, aku sudah punya Zay, kekasihku, yang meskipun tidak tergolong siswa pintar, aku sayang padanya, dan sebaliknya, selamanya.
Udin berlalu, pergi dengan suasana hati – yang pasti – tidak karu-karuan. Kasihan. Tapi aku tetap tertawa. Aku kembali ke kelas, membuka netbook HP-ku yang baru. Aku ingin membuka Facebook, karena tak ada yang ingin kubuka lagi selain Facebook. Kubuka profil kekasihku, dan kulihat aktivitas terakhirnya. Baru 15 menit yang lalu, ia mengupload video. Video apa? Selama loading kulihat tulisan di bawahnya. Ternyata meskipun baru sudah ada sekitar 30-an komentar dan 56 orang yang menyukai video itu. Wow!
“Hey, sayang! Lagi buka Facebook, ya, Mi?”, kata pacarku, “Sudah lihat video terbaruku belum?”, lanjutnya sambil tersenyum.
“Emang video apa itu, Pi?”, tanyaku penasaran.
“Mami lihat aja sendiri, oke?”, tuturnya nakal, sambil pergi keluar bersama teman-temannya..

***

Hampir menjelang waktu pulang, Siska mengatakan padaku bahwa remidi fisika sebentar lagi, sepulang sekolah, di rumah Bu Aini yang tak begitu jauh dari sekolah.
“Alah, Sis. Paling-paing disuruh ngerjain satu soal doang, nyantai.”, kataku.
“Iya, iya. Begitulah, nilai di sekolah ini kayak permen jahe, murah dan gampang, dengan KKN.”, katanya sambil tertawa.
Di depan pagar sekolah kulihat Udin berjalan, menundukkan kepala, sambil dilihat oleh ratusan siswa yang lain – ada yang mengacungi jempol, ada yang mengumpatinya, ada juga yang mengejeknya, mengatakan bahwa ia pengecut, pecinta yang konyol. Hatiku merasa sedikit bersalah pada Udin. Gara-gara pacarku. Zay diam-diam merekam saat Udin menyatakan perasaannya padaku, lalu video hasil rekaman itu sekarang sudah menyebar di jaringan, sambil bertuliskan:
“Woi, tau gak? Cewe gua ditembak ama anak culun neh, sambil memelas. Udah tau Mira itu bidadariku masih aja berani nembak-nembak segala. Konyol ga tuh? Wkwkwkwkwkwk... :D”.

***

Menjelang magrib aku pulang dari rumah guru fisikaku. Jangan tanya hasilnya, sama saja. Aku elah dengan hari ini. Hari kemarin. Kemarin lusa. Minggu lalu. Bulan lalu. Tahun lalu. Kubuka kerudungku dengan perlahan di depan cermin, sambil melihat wajah putihku yang kata kebanyakan cowo sangat cantik. Sekarang wajahku lusuh, kusam, lelah didera berbagai tekanan dalam hidup. Perlahan aku merogoh saku rok panjangku, mengeluarkan semua isinya. Membuka baju, bergegas ke kemar mandi untuk menyegarkan tubuh dan pikiranku.
Kira-kira pukul settengah delapan malam, aku tidur sambil bermain Facebook. Sibuk menerima permintaan teman dari para lelaki yang jumlahnya ratusan. Bosan, aku beralih pada chatting. Ada sekitar dua belas orang yang kuladeni ngobrol – termasuk pacarku itu. Setelah sekitar dua jam, aku lelah, ingin tidur saja. Kumatikan netbook-ku, lalu kubuka Blackberry-ku. Ada satu pesan tak terbaca, dari Siska. Paling-paling ngajak keluar. Aku lagi capek, Sis. Setelah kubuka, isinya sama sekali tidak seperti yang kuharapkan:
“Kamu, aku dan 10 siswa lain masih remidi. Besok kita disuruh membawa alat yang berhubungan dengan bab elektromagnet, jangan lupa.”[]
Klik untuk download versi PDF-nya! GRATIS! 

Readmore »»
Labels: 0 comments | Links to this post | edit post
Reactions: 
Cara Ampuh Membuka Website yang Diblokir

Menanggapi komen-komen yang sepertinya kurang puas dengan postingan yang saya suguhkan beberapa waktu lalu, "Cara Membuka Website yang Diblokir Server", kali ini saya akan berbagi mengenai topik yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda dan InsyaAllah lebih ampuh dari cara pertama, yaitu dengan menggunakan Your Freedom. untuk menggunakannya, Anda harus mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu di sini, GRATIS! Untuk pengguna Windows, ada dua cara:

Cara Pertama:

1. Download dan instal Your Freedom dengan mengklik di sini.
2. Setelah proses download dan instal selesai, YF sudah bisa dipakai. untuk menjalankan program YF ini Anda memang membutuhkan Java. Nah yang Anda pasang tadi itu adalah versi full-nya, jadi Java-nya sudah terpasang sekaligus.

Cara Kedua

1. Misalnya Anda sudah memasang Java pada komputer Anda, Anda tidak perlu mengunduh aplikasi seperti di atas karena kapasitasnya cukup besar. Download aplikasi versi lite di sini saja.
2. Cara instalasi juga sama, tinggal next dan next.

Untuk pengguna Linux, ada versi khususnya yang bisa didownload di sini. tapi sebelum menjalankannya, Anda juga harus menginstal JRE (Java Runtime Environment) di software manager atau memasukkan perintah di Terminal:

sudo apt-get install sun-java6-jre

Langkah-langkahnya:
1. segera setelah Anda menginstal JRE dan selesai mendownload Your Freedom versi Linux, ekstrak file yang baru saja Anda download (berformat ZIP) di direktori home Anda, misalnya: [ /home/ubuntu/freedom ].
2. ketikkan [ sudo java -jar /home/ubuntu/freedom/freedom.jar ].
3. Maka akan keluar pilihan bahasa yang akan digunakan YF.

Petunjuk Penggunaan:

1. Pilih bahasa sesuai keinginan Anda, misal Bahasa Indonesia.
2. Klik Next dan Next, sampai YF mencari atau mendaftar server-servernya. Tunggu hingga selesai.
3. Setelah selesai akan ditampilkan sederet server yang bisa Anda gunakan nanti.
4. Untuk Anda yang berada di Indonesia sebaiknya Anda memilih server Hongkong (HK), karena server inilah yang terdekat dengan Indonesia. Mengapa buka Singapore? karena Singapore meminta bandwidhtnya ke USA terlebih dahulu.
5. Setelah itu masukkan username dan password yang sudah Anda daftarkan. Jika belum, klik di sini untuk mendaftar.
6. Setelah Konfigurasi selesai, klik "Start Connection", tunggu sampai YF memunculkan Server Welcome Message, yang berarti Anda sudah tersambung. Lho kok tetep ga bisa buka?
7. Buka Firefox Anda.
8. Untuk Windows klik Tools --> Options. Untuk Linux klik Edit --> Preferences.
9. Di bagian atas klik tab Advanced, lalu pilih lagi sub-tab Network.
10. Pada bagian "Connections" klik tombol Settings.
11. Nyalakan tanda pada "Manual proxy configuration".
12. Pada semua kolom sebelah kiri (HTTP, SSL, FTP, Gopher dan SOCK) isikan "localhost" atau "127.0.0.1".
13. Pada semua kolom kanan (port) isikan "8080" kecuali pada kolom port SOCK, isikan 1080.
14. Klik OK.
15. Coba buka halaman apa yang diblokir, misal www.google.com dan lihatlah hasilnya.

Download PDF-nya di sini!

Selamat mencoba. Sebarkan pengetahuan! :)
Readmore »»
/